Kenali Sejarah Dibalik Tradisi Pemberian THR Saat Momen Lebaran Idul Fitri

Sumber: unsplash.com

Sobat Bimbel Pandu tahu tidak sih kenapa selalu ada tradisi berbagi THR saat momen Lebaran Idul Fitri? Tentu hal tersebut menjadi salah satu pertanyaan yang jawabannya masih belum banyak orang ketahui.

Agar menambah pengetahuan sobat Bimbel Pandu mengenai tradisi pemberian THR saat momen lebaran Idul Fitri, dapat simak artikel selengkapna di sini.

Ketika waktu Lebaran Idul Fitri tiba, sangat dinantikan untuk bersama keluarga besar.

Tradisi berbagi rezeki kepada sanak saudara dan keluarga dekat tak pernah dilupakan saat momen berkumpul dengan keluarga besar.

Di setiap daerah, tradisi memberi Tunjangan Hari Raya (THR) sering dilaksanakan saat Lebaran.

THR tidak hanya diberikan kepada mereka yang masih di bawah 17 tahun, tetapi juga kepada yang belum menikah terkadang juga mendapatkan rezeki pada Hari Raya Idul Fitri.

Lantas darimana tradisi pemberian THR ini? Sudah sejak kapan tradisi THR ada dan masih lestari hingga saat ini?

Untuk ketahui jawabannya, simak artikel ini tentang sejarah dari tradisi pemberian THR.

Menurut Indonesiabaik.id, inilah sejarah dari tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR).

Pada tahun 1951, Perdana Menteri Soekiman mulai memberikan tunjangan hanya kepada Pamong Pradja yang sekarang menjadi PNS.

Tahun berikutnya, pada tahun 1952, kaum pekerja atau buruh menggelar protes dan menuntut pemerintah untuk memberikan tunjangan yang sama.

Kemudian, pada tahun 1954, Menteri Perburuhan Indonesia menghimbau agar setiap perusahaan memberikan “Hadiah Lebaran” kepada buruh sebesar seperdua belas dari upah yang diterima.

Pada tahun 1961, muncul Peraturan Menteri yang mewajibkan memberikan “Hadiah Lebaran” kepada pekerja yang sudah bekerja minimal 3 bulan.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1994, Menteri Ketenagakerjaan mengubah istilah “Hadiah Lebaran” menjadi “Tunjangan Hari Raya” atau THR.

Baca Juga :  Kapan UTBK SNBT 2024 Dilaksanakan? Ini Jadwal Lengkap dengan Tata Tertib Pelaksanaan

Mulai tahun 2016 hingga sekarang, pemberian THR direvisi dan diberikan kepada pekerja dengan minimal 1 bulan kerja yang dihitung secara proporsional.

THR tidak hanya diberikan kepada keluarga terdekat, tetapi juga kepada para pekerja sesuai dengan besaran yang telah ditetapkan.

Demikianlah sejarah dari tradisi pemberian THR yang sering terjadi saat Hari Raya Idul Fitri tiba.

Ini adalah informasi mengenai sejarah tradisi pemberian THR yang dapat sobat bimbel pandu simak.***

Bagikan :

Artikel Lainnya

BIMBEL PANDU MELAUNCHING PROGRAM...
Mijen, 13 Juli 2024. Setelah mengadakan program eduwisata dan ...
Rekomendasi Buku Hari Sabtu: Nov...
Teman-teman Bimbel Pandu pasti sudah tidak asing lagi dengan K...
Berkenalan dengan Website Buku G...
Teman-teman Bimbel Pandu apakah pernah mendengar tentang websi...
Eksplorasi Hobi yang Bisa Dicoba...
Memperkenalkan aktivitas di luar yang biasa dilakukan atau yan...
3 Cara Berkesan untuk Anak Gemar...
Apakah Teman-teman Bimbel Pandu masih ingat dengan buku yang p...
Buku-buku Fiksi dengan Segudang ...
“Fiksi itu sangat penting karena membuka imajinasi. Fiks...

Hubungi kami di : 081391427950

Kirim email ke kamibimbelpandu@gmail.com